Posted by: hariset | May 7, 2010

Cacing dan Lemper

Anda dan saya mungkin sama2 suka makan lemper. Tapi bilamana kita sama2 pergi memancing ikan, apa yang akan kita pakai pada ujung kail kita? Lemper atau cacing? Pasti cacing, karena kita tahu bahwa ikan suka dengan cacing dan tidak mau makan lemper. Ini adalah kenyataan sederhana yang dipahami semua orang.

Persoalannya, banyak orang dalam kehidupan sehari hari lupa akan hal ini. Mulai dari saat kita menjual produk, memimpin anak buat, berdiskusi dengan partner, mengundang tamu, ataupun merayu pelanggan. Kita selalu memakai lemper dan sering melupakan cacing.

Suatu waktu ada mahasiswa menanyakan: “ Pak, kita mau mengundang Gubernur untuk kita ajak berdiskusi di kampus tapi beliau selalu tidak mau hadir, bagaimana ya caranya mengundang supaya beliau mau?”
Read More…

Posted by: hariset | April 12, 2010

BRAND Language

Kata sering melekat dengan kuat pada suatu “Brand”, ketika mendengar “I love you full” maka langsung kita ingat “tak gendong” dan Mbah Surip.

Brand language adalah alat untuk memperkuat lekatan “Brand” kita didalam benak pelanggan. “Brand Mantra” sering dipakai sebagai alat komunikasi yang kuat. Dari “Just do it” (Nike), sampai “Kwalitas bintang lima, harga kaki lima” (d’Cost restoran). Sementara “Kembali ke Laptop”, kembali mengingatkan kita ke Tukul.

“Luar Biasa”; “Dahsyat”; “Tanya Kenapa”, serta berpuluh kata atau kalimat pendek telah membuat ingatan kita lebih cepat terbang pada sebuah “Brand.” Read More…

Posted by: hariset | April 2, 2010

Irasional Yang Dapat Ditebak

Dalam buku ‘Predictably Irrasional’ ada sesuatu yang cukup menarik dicermati, khususnya untuk masalah penetapan harga (pricing). Arti ‘Predictably Irrasional’ adalah sesesuatu hal yang dapat ditebak. Namun sebetulnya kita tahu itu tidak masuk di akal atau masuk pemikiran rasional (irasional).

Dalam buku itu ada sebuah contoh menarik yakni pilihan harga berlangganan majalah. Sebuah survey memberikan 3 opsi cara berlangganan sebuah majalah. Yang pertama, langganan melalui internet yang harganya 59 USD. Yang kedua, langganan seperti biasanya yakni bentuk cetak yang dikirim ke rumah pelanggan. Opsi ini berharga 125 USD. Read More…

Posted by: hariset | March 30, 2010

Tidak Terburu – Buru

Ada sebuah kisah kuno dari negeri China yang dituturkan oleh filsuf terkenal Lao Tzu, yang mengajarkan betapa pentingnya kemampuan untuk diam dan menerima, yang seringkali kita lupakan dalam hidup ini. Kemampuan untuk menikmati segala sesuatu seperti apa adanya, dan bahwa dengan membiarkannya tetap demikian kadangkala merupakan jalan terbaik bagi kita.

Pada suatu hari, Lao Tzu sedang berjalan – jalan di kampung halamannya. Kebetulan ia lewat di depan rumah seorang petani yang hendak menebang pohon tua di depan rumahnya. Lao Tzu bertanya, “Saudaraku, apa yang hendak engkau lakukan?” Read More…

Posted by: hariset | March 26, 2010

Apa Isu Terbesar Dalam Kepemimpinan Anda?

Saya pernah ngobrol lama dengan seorang konsultan. Dia sering melakukan mentoring/mengajar para CEO atau pimpinan perusahaan. Saya bertanya, “Pak, kira-kira apa sebetulnya kunci dari kepemimpinan perusahaan yang paling penting itu?”.

Jawabnya sederhana dan singkat, “What’s keeping you awake at night?” Apa yang membuat anda terjaga di malam hari dan tidak bisa tidur nyenyak. Hal inilah yang menjadi ‘biggest issue’ yang harus diselesaikan.

Setiap orang pemimpin atau setiap pemilik perusahaan atau setiap orang yang menguasai perusahaan atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari selalu ada 1-2 hal kunci yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak di malam hari. Read More…

Older Posts »

Categories