Posted by: hariset | March 17, 2010

Kasmaran

Pada sebuah sebuah kesempatan, saya berdiskusi dengan teman saya Dr Ir Sekartedjo MSc dari ITS. Dalam diskusi itu, dia bertanya kepada saya, “Pak San, menurut anda apa sih yang membuat orang itu menjadi sukses kalau ditarik benang yang paling kecil ?”

Maksud pertanyaannya adalaha apa inti atau nukleus yang memdorong orang sukses. Maka saya jawab dengan mantap, “Passion.”

Passion adalah kecintaan akan sesuatu yang sangat. Apa yang ingin kita lakukan, kita lakukan dengan segenap hati, dengan segala apa yang dimiliki. Kita senang melakukannya. Kita menikmatinya. Tanpa ada rasa terpaksa dan penyesalan.

Meski itu tidak dibayar atau mendapat imbalan, kita tetap melakukannya. Bahkan adanya halangan apapun tak akan menghentikan kita melakukannya. Hal inilah yang menjadikan seseorang menjadi sukses.

Dan beliau tertawa mendenngar penjelasan saya. “Pak Tanadi, jawaban ini sama dengan Profesor saya.” Dulu dia memberi saya kata yang menarik, ‘kasmaran’. Mendengar ini, saya terperanjat. Kata ini sungguh tepat! Kasmaran!

Tapi, kasmaran itu apa sih ? Kasmaran adalah saat orang jatuh cinta. Pada saat kita jatuh cinta, kita akan melupakan segalanya. Segala perhatian kita kerahkan untuk si dia. Dalam benak kita hanya ada si dia. Bangun tidur langsung teringat dia. Waktu kerja teringat dia. Waktu makan ingat dia. Segala hal di dunia seolah-olah hanya berisi dia. Persis seperti yang digambarkan oleh Duo Maya dalam lagunya, ‘Ingat Kamu’. Anda dan saya mungkin sudah lupa rasanya kasmaran ini, karena sudah berpuluh tahun lalu. He.. he..

Tapi kecintaan kita yang berlebihan akan sesuatu atau seseorang ini yang membuat kemajuan dalam kehidupan. Sebenarnya cinta terbagi dalam banyak hal. Ada ‘care’, ini adalah bentuk perhatian. Lalu ada ‘attentive’, mengawasi. Bentuk cinta yang diberikan orang tua ke anaknya, atau seorang pimpinan ke bawahannya, seseorang pada tanamannya atau seseorang pada binatang peliharaannya.

Tetapi kata ‘kasmaran’ ini lebih kuat, lebih jernih dan lebih tepat menggambarkan begitu derasnya emosi yang ada pada seseorang kepada seseorang atau sesuatu yang lain. Dan ini yang sebenarnya menjelaskan bagaimana seseorang sampai mau bekerja mati-matian mencapai sukses yang diinginkan. Hal ini terjadi karena dia melakukan pekerjaannya seperti seorang yang sedang ’kasmaran’.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.