Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupan sehari-hari untuk dapat kita pergunakan sebagai pedoman dalam berbisnis. Seperti sikap kita dulu waktu masih berpacaran dan setelah menikah. Lho memang ada hubungannya dengan bisnis ?
Ada sesuatu yang menarik tentang bagaimana melayani pelanggan dengan baik. Atau bagaimana sikap kita yang terbaik untuk melayani pelanggan/customer kita. Dan ini semua kita ambil dari peristiwa/kehidupan kita sehari-hari.
Yakni sikap/situasi yang kita lakukan dulu berhadapan dengan kekasih (lover) dan sekarang setelah sudah jadi istri (wive). Saya dapat ketika ikut seminar tentang luxury goods dari seorang pembicara dari Perancis, beliau berkata: Treat your customers as your lover, not your wife.
Kita sering mengganggap istri sudah seharusnya melayani kita, dan kita lupa dan tidak lagi mengejarnya atau memperlakukannya dengan sepenuh hati, nah ini beberapa tips melayani pelanggan yang baik:
1. Make the effort
Gunakanlah tenaga anda untuk melayani. Jangan ‘take it for granted’, atau sudah selayaknya seperti itu. Jangan mengaggap pelanggan seperti Istri ya seharusnya memang begitu, biarkan saja.
2. Pursue the most
Kejarlah kekasih itu. Jangan sekedar bersantai, rileks dan membiarkan terjadi begitu saja, bukannya ‘let it happen’, tetapi ’make it happen’. Harus ada usaha dan keinginan yang kuat untuk mendapatkannya.
3. Attention to detail
Attention/perhatian kita ke pelanggan seperti kita memperhatikan kekasih kita. Seperti kita harus mengetahui dia suka baju apa, es krimnya rasa apa dan lainnya. Jangan memperlakukan seperti ke istri, ‘take it or leave it’, biarkan saja mau atau tidak, terserah.
4. Make the time
Kalau dengan kekasih, selalu kita mempunyai waktu. Kita selalu membuat kesempatan atau menyediakan waktu buat kekasih. Tetapi kalau untuk istri, kita berpedoman ‘as long as I have time’ atau ‘if only I have time’. Dalam pelayanan pelanggan yang baik, kita harus make the time to serve better.
5. Life is fun
‘Life is fun’ kalau bersama kekasih. Dan demikian juga ‘life is fun’, kalau bersama pelanggan. Jangan menganggap ‘life is obligation’, hidup sebagai tanggung jawab atau keharusan. Sesuatu yang harus kita kerjakan adalah sebuah beban, sesuatu yang kita nikmati adalah keindahan.
Ini tentu tidak berlaku bilamana kita bisa menganggap ‘your wive is your lover’. Istri kita adalah kekasih kita.
Nah, mitra bisnis, kelima hal yang sederhana ini bisa menjadi pelajaran untuk menjadikan pelanggan kita menjadi lebih mau berbisnis dengan kita.